Wawancara dengan Mohsen Kadivar"Rakyat Mulai Yakin Kepada Kekuatannya Sendiri"
Dalam wawancaranya dengan Katajun Amirpur, cendikiawan reformis Iran Mohsen Kadivar berbicara mengenai situasi terakhir „gerakan protes hijau“ dan deklarasi politik kaum intelektual yang dipublikasikan belum lama ini.
| Bild:

Mohsen Kadivar, yang lahir tahun 1959 bekerja sebagai dosen tamu di jurusan teologi pada Duke University di Durham, North Carolina, AS. Kadivar dulu menjadi murid Ayatollah (Besar) Hussein Ali Montaseri
|
Kematian Montaseri tanggal 20 Desember 2009 menjadi awal demonstrasi terbesar menentang rejim Iran, yang telah dimulai setelah pemilihan presiden pada pertengahan tahun lalu. Beberapa pekan lalu, lima dari kaum intelektual Iran yang hidup di luar negeri, antara lain Kadivar, menerbitkan pernyataan yang mendefinisikan tujuan gerakan tersebut. Pernyataan diterbitkan beberapa hari setelah pemimpin oposisi Mir Hussein Moussavi menulis pernyataan, yang dinilai sebagai langkah mundur oleh berbagai komentator dan pendukung oposisi di luar negeri. Moussavi tidak menuntut secara eksplisit agar Presiden Mahmud Ahmadinejad mengundurkan diri, melainkan hanya mengatakan bahwa pemerintah harus bertanggungjawab atas semua insiden yang terjadi dalam bulan-bulan terakhir.
***
Apa Tujuan Pernyataan Anda?Mohsen Kadivar: Pernyataan ini ditulis dengan melihat, apa yang saat ini mungkin dilakukan di Iran. Kami berusaha menghindari kesalahan yang dilakukan sebagian besar warga Iran yang tinggal di luar negeri.
Kesalahannya adalah, sejumlah warga Iran, yang tidak tinggal di Iran sejak beberapa dasawarsa lalu, tidak memperhatikan, apakah sesuatu yang menurut pendapat mereka baik untuk negara, pertama-tama, sesuai dengan keinginan mayoritas rakyat. Dan kedua, apakah usulan mereka dapat direalisasikan saat itu juga.
Jadi anda tidak mendukung revolusi?
| Bild:

Harapan akan perubahan yang damai: "Siapa yang mengatakan rakyat Iran menginginkan perubahan kekuasaan yang revolusioner, maka ia tidak kenal rakyatnya sendiri," ujar Mohsen Kadivar
|
Kadivar: Sebagian besar rakyat Iran tidak merasa menginginkan revolusi kedua, 30 tahun setelah yang pertama. Namun demikian mayoritas dari mereka menginginkan perubahan secara institusional dan mendasar dalam sistem. Oleh sebab itu kita dapat menyebut pergerakan ini sebagai gerakan reformasi. Tujuannya memang revolusioner, tetapi sepenuhnya bebas dari kekerasan, juga hati-hati, dan berjalan dalam kerangka undang-undang yang ada.
Oleh karena itu kami juga sangat memperhatikan konstitusi Republik Islam. Kami berusaha menyentuh bidang-bidang yang sesuai dengan pernyataan umum tentang hak asasi manusia dan prinsip-prinsip demokrasi. Di bidang-bidang, di mana rejim melaksanakan interpretasi undang-undang dasar seperti dalam pemerintahan diktator, kami ingin menunjukkan, bahwa konstitusi ini juga dapat dapat menjadi landasan demokrasi.
Petikan Deklarasi Kaum Intelektual Iran- Pemberhentian Ahmadinejad dan penyelenggaraan pemilu di bawah pantauan organ independen dan pembentukan komisi pimilihan yang bebas dan juga beranggotakan oposisi
- Pembebasan semua tahanan politik dan penyeldidikan terhadap semua kasus dugaan penyiksaan dan pelecehan melalui proses pengadilan yang terbuka dan adil.
- Kebebasan Pers dan penghentian semua bentuk sensor media
- Hak atas kebebasan beraktifitas dan berekspresi bagi semua partai politik, gerakan mahasiswa dan perempuan, serta bagi lembaga swadaya masyarakat, serta hak atas kebebasan berkumpul dan berdemonstrasi
- Kebebasan penuh bagi universitas dan penghapusan Dewan Revolusi Budaya. Selain itu setuap satuan bersenjata di dalam tubuh universitas harus dibubarkan.
- Proses hukum bagi orang yang bertanggungjawab atas delik penyiksaan dan pembunuhan yang terjadi selama beberapa bulan terakhir
- Pembentukan lembaga hukum yang bebas dan memiliki kemimpinan secara terpilih. Selain itu penghapusan semua pengadilan istimewa yang tidak tercantum dalam konstitusi
- Aparat keamanan dan satuan bersenjata harus dijauhkan dari arena politik, ekonomi dan budaya.
- Jaminan bagi independensi politik dan finansial para ulama
- Pemilihan bagi pejabat tinggi negara dengan masa jabatan terbatas. Selain itu para pemimpin harus mempertanggungjawabkan masa jabatannya dan menerima kritik secara terbuka
Penandatangan: Abolali Bazargan, Akbar Gandshi, Mohsen Kadivar, Abdolkarim Soroush, Ataollah Mohadjerani
Apa demikian juga halnya, jika konstitusi menjadi landasan berdirinya sebuah organ seperti dewan pengawas, yang dapat menolak semua rancangan undang-undang dengan alasan itu tidak sesuai dengan ajaran Islam?Kadivar: Jika dewan pengawas dipilih oleh rakyat, masalah ini tidak akan ada. Kami berusaha untuk bergerak dalam kerangka konstitusi. Tuntutannya hanya minimal, tetapi dapat dipraktekkan.
Tetapi jika dewan pengawas dapat dipilih rakyat, maka kepada rakyat sebenarnya dapat diajukan pertanyaan terlebih dahulu, apakah mereka memang menginginkan adanya dewan pengawas semacam itu. Kadivar:Menurut teorinya, itu memang mungkin, tetapi menurut definisi kami, dewan pengawas hanya merupakan semacam pengadilan konstitusi.
| Bild:

Tindak kekerasan sebagai jawaban atas langkah represial rejim: Setidaknya delapan orang tewas selama masa demonstrasi Desember tahun lalu
|
Apakah pernyataan anda merupakan reaksi terhadap pernyataan yang diberikan Mir Hussein Mousavi? Atau bahkan koreksi?Kadivar: Tidak. Pada dasarnya kedua pernyataan mengatakan dan menuntut hal yang sama. Kami menerbitkan pernyataan untuk menunjukkan, bahwa orang dapat mendorong pergerakan tanpa harus menjadi radikal. Tepatnya tanpa radikalisme, yang sering kami dengar di luar negeri, dan tentunya yang dilakukan sejumlah remaja di jalan-jalan kota Teheran. Jadi dalam pernyataan kami tidak ada hal yang dapat digunakan rejim untuk menyerang kami.
Tidakkah tuntutan para demonstran sudah sangat jauh dari apa yang diinginkan Moussavi?Kadivar: Berkaitan dengan kekerasan yang dilancarkan negara memang ada tindakan-tindakan radikal, terutama di antara kaum remaja. Tetapi sebagian besar rakyat juga demonstran berada di belakang Moussavi, presiden yang kami pilih.
Jika Moussavi adalah presiden yang anda pilih, apa alasan anda memberikan pernyataan? Bukankah Moussavi yang seharusnya mendefinisikan tujuan pergerakan?Kadivar: Moussavi dan semua penasehatnya berada di penjara di Iran. Oleh sebab itu, kami di luar negeri bermaksud mengadakan wadah pemikir untuk mendukung Moussavi. Karena yang dulu menjadi wadah pemikirnya telah dipindahkan rejim ke penjara Evin.
Kami bermaksud menunjukkan kepada rejim, jika mereka melumpuhkan sebuah wadah pemikir, maka kami akan membuka yang baru di luar negeri. Dan di sini, di luar negeri, kami dapat memformulasikan banyak hal dengan lebih jelas.
Apakah mungkin terjadi pertumpahan darah seperti yang dikhawatirkan Said Montaseri, anak Ayatullah (Besar) Montaseri?
| Bild:

Harapan kaum oposisi dan reformis di Iran: Motor "gerakan hijau" Mir Hossein Mousavi
|
Kadivar: Itu memang kami khawatirkan dan itu bahaya yang benar-benar ada. Oleh karena itu kami harus hati-hati.
Apa kesalahan terbesar rejim yang berkuasa saat ini?Kadivar: Pengakuan tuan Chamenei atas hasil pemilu dan pelarangan adanya panitia penengah yang independen. Juga bahwa Chamenei telah membiarkan terjadinya pertumpahan darah orang-orang yang tidak bersalah.
Dan kesalahan yang juga besar adalah, rejim yang berbohong. Apa yang terjadi pada Ashura adalah serangan biadab dari aparat keamanan atas prosesi keagamaan yang berjalan damai. Tidak ada demonstran yang menghina nilai-nilai keagamaan seperti yang dituduhkan rejim. Itu hanya mereka katakan, karena mereka sendiri merasa suci.
Oleh sebab itu dalam seruan "Turunlah Diktator", yang ditujukan rakyat terhadap Chamenei, rejim melihat penghinaan terhadap nilai-nilai suci. Tetapi pada tuan Chamenei tidak ada apapun yang suci. Dan yang bagi kami suci, yaitu Imam Hussein, tidak dihina seorangpun. Dan satu kesalahan lain yang dilakukan tuan Chamenei adalah: ia tidak memikirkan, bahwa ia menyerahkan negara ke tangan aparat keamanan.
Bagaimana, menurut anda, masa depan Iran dan masa depan Gerakan Hijau? Kadivar: Saya sangat optimis. Dalam beberapa bulan terakhir terjadi banyak hal di Iran, yang tidak terjadi dalam 30 tahun terakhir. Sebuah keberhasilan Gerakan Hijau adalah: dulu yang mengkritik penguasa hanya sebuah lapisan masyarakat, yaitu kaum cendikiawan dan kaum elit. Sekarang semua orang melakukannya.
Pengetahuan akan adanya tindakan pemerintah yang tidak sesuai hukum dan pelanggaran undang-undang Republik Islam adalah sesuatu yang sudah mencapai massa. Ini sudah disadari banyak orang. Itu yang pertama. Yang kedua, rakyat sudah menemukan keyakinan akan kekuatannya sendiri. Yang ketiga adalah, teknologi membantu aksi protes rakyat Iran.
Dulu, rejim melakukan pelanggaran, dan tidak ada yang tahu. Sekarang pelanggaran direkam dengan telefon seluler, dan dalam beberapa jam saja seluruh dunia sudah mengetahuinya melalui “youtube“. Jadi saya pikir, Gerakan Hijau lambat laun akan menang. Lambat laun.
Katajun Amirpur
Alih bahasa oleh Marjory Linardy
© Qantara.de 2010 Qantara.deWawancara Behrooz Ghamari-Tabrizi
Erosi Dogma Islam Model negara yang diperkenalkan Khomeini, yaitu "Villayat-e Faqih", tidak hanya membawa Islamisasi ke masyarakat iran, tapi juga memicu transformasi Islam, seperti yang diungkapkan sosiolog Iran Behrooz Ghamari-Tabrizi. Mona Sarkis berbincang dengannya.
Ayatollah Hossein Ali Montazeri
Dari Revolusioner Menjadi Reformis Ayatollah Ali Montazeri merupakan instansi moral tertinggi bagi “gerakan hijau” di Iran. Padahal teman dekat Imam Khomeini itu salah seorang tokoh kunci pada Revolusi Islam 1979. Perubahan sikap Montazeri dari seorang revolusioner menjadi reformis merupakan cerminan bagi perkembangan kelompok oposisi. Oleh Urs Sartowicz
Wawancara dengan Karim Sadjadpour
"Rejim di Iran saat ini jauh lebih rentan" Dalam perbincangannya dengan Brgit Kaspar, Karim Sadjadpour, pakar Yayasan Carnegie bagi Perdamaian Internasional di Washington (Carnegie Endowment for International Peace) bericara mengenai situasi di Iran pasca aksi protes menentang Presiden Ahmadinejad dan mengenai perspektif dalam sengketa atom dengan dunia barat.
Versi cetak