12.02.2011Aktivis Internet Mesir Wael GhonimWajah Baru Perlawanan Pemuda Mesir
Wael Ghonim adalah salah seorang penggagas utama gelombang protes menentang rezim Presiden Mesir, Hosni Mubarak. Setelah ditahan, pegiat internet muda itu kini menjadi figur pemimpin gerakan aksi protes di Mesir. Oleh Loay Mudhoon
Tumpuan harapan pemuda Mesir: 150.000 pengguna internet mengangkat Wael Ghonim hanya dalam waktu 24 jam sebagai "jurubicara", di Facebook ia dielu-elukan sebagai pahlawan Gambar yang ditayangkan televisi swasta Mesir, Dream TV menggoncangkan dan mengharukan masyarakat Mesir. Seorang pegiat aksi perdamaian terlihat terbata-bata dan menangis: "Kepada semua ibu dan bapak-bapak yang kehilangan putranya, saya ingin menyampaikan turut berduka cita! Itu bukan kesalahan kami. Itu adalah kesalahan penguasa yang mempertahankan kekuasaannya."
Dua belas hari lamanya blogger muda Mesir Wael Ghonim ditahan. Senin lalu (7/2) ia muncul lagi dan hari Selasa (8/2) ia sudah berbicara di lapangan Tahrir di Kairo yang menjadi pusat gerakan protes melawan kekuasaan otoriter Presiden Hosni Mubarak.
Ratusan ribu orang mengelu-elukannya, karena pada diri Wael Ghonim mereka tampaknya menemukan figur yang selama ini dicari dalam aksi protes, yaitu figur identifikasi dan pemimpin karismatik.
Tumpuan harapan
Wael Ghonim tahu harapan yang ditumpukan padanya dan menjawabnya dengan sikap yang bersahaja: „Kami di Mesir mencintai pahlawan, tetapi saya sama sekali bukan pahlawan. Dua belas hari saya tidur. Yang pahlawan adalah kaum muda yang turun ke jalan, yang ikut berdemonstrasi, yang mengorbankan nyawa, dipukuli dan ditangkap, yang mempertaruhkan nyawa dan berani menghadapi bahaya."

Ghonim mengawali aksi protes di Mesir dengan membuka halaman baru di Facebook, "kita semua adalah Khaled Said" - Said adalah seorang blogger yang Juni 2010 lalu dipukuli hingga tewas oleh penyidik kepolisian Ia dengan tegas menolak semua perundingan dengan pemerintah selama Presiden Mubarak masih berkuasa. Ghonim menyerukan kaum muda untuk tidak menyerah dan menyebut bahwa bertahun-tahun lamanya penguasa telah menganggap Mesir milik pribadi mereka.
Facebook-aktivis usia 30 tahun dan ayah dari dua anak itu adalah marketing direktur Google bagi Timur Tengah dan Afrika Utara. Ia giat dalam politik secara serius baru sejak satu tahun ini. Melalui seruannya di internet untuk melakukan aksi protes di bawah nama samaran "Al-Shahid" yang artinya martir, ia menjadi salah seorang penggagas utama gelombang protes terhadap tekanan rezim Mesir.
Kampanye internet timbulkan gempa politik
Situs Facebooknya yang ditulis dengan kalimat "Kita semua Khaled Said" memainkan peran penting. Khaled Said adalah blogger yang tewas akibat dipukuli polisi dinas rahasia di Aleksandria, Juni 2010. Namun Wael Ghonim sebelumnya tidak mengira bahwa situs itu dan kampanye internet aktivis demokratis lain dapat menimbulkan gempa politik semacam saat ini.

Ratusan ribu demonstran menyambutnya saat berpidato di lapngan Tahrir. Ghonim menyerukan kepada pemuda Mesir, "Ini adalah negara kalian!" Wael Ghonim tampaknya siap untuk memainkan peran barunya itu. Rabu kemarin (9/2) ia secara resmi mengimbau demonstran muda dan partai oposisi untuk menyepakati tuntutan politik bersama. Di sebuah situs Facebook, dalam waktu 24 jam lebih dari 150.000 pengguna internet memilihnya sebagai jurubicara gerakan protes Mesir.
Wael Ghonim sekarang sudah menjadi figur simbol. Dia populer dan dapat membangkitkan semangat orang lain. Penampilan televisinya yang emosional menambah rasa simpati warga.
Namun harus dilihat dulu, apakah ia dapat meimpin gerakan massa dari berbagai lapisan dan unggul dalam pertarungan perebutan kekuasaan. Yang pasti, ia sekarang sudah menunjukkan keinginan juangnya: „Kami bertekad untuk bertindak! Kami ingin berjuang bagi Mesir, karena ini menyangkut tanah air kami!"
Loay Mudhoon
Alih Bahasa oleh Christa Saloh
© Deutsche Welle 2011
Editor: Rizki Nugraha/Qantara.de
Qantara.de
Gelombang Protes di Mesir
Senja Kala Penguasa
Setelah peristiwa di Tunisia tak seorang pun yang tidak mengatakan bahwa kejadian semacam itu mustahil terjadi di Mesir. Namun setiap orang yang mengenal negeri itu mengetahui bahwa waktu sudah mendesak, harapan telah pupus dan betapa sang diktator dibenci. Sebuah analisa oleh Stefan Weidner.
Dunia Barat dan Pemberontakan di Mesir
Momok Bernama Ikhwanul Muslimin
Pemerintahan barat cendrung berpola pikir hitam putih terhadap dunia Islam-Arab, terutama seputar pemberontakan di Mesir dan Tunisia. Jika bukan diktatur yang kuat dan pro-barat seperti Mubarak, maka terancam menjadi republik Islam. Oleh Michael Lüders
Ikhwanul Muslimin
Gemuruh Masa Depan
Di banyak negara Arab dan terutama di Mesir, Ikhwanul Muslimin merupakan kekuatan oposisi yang secara politis paling diperhitungkan. Tetapi di dalam tubuh organisasi politik tertua dan terbesar dalam dunia Islam itu muncul sebuah sengketa fundamental seputar keterbukaan menuju demokrasi. James M. Dorsey menyampaikan latar belakangnya.
Gelombang Protes di Mesir
Senja Kala Penguasa
Setelah peristiwa di Tunisia tak seorang pun yang tidak mengatakan bahwa kejadian semacam itu mustahil terjadi di Mesir. Namun setiap orang yang mengenal negeri itu mengetahui bahwa waktu sudah mendesak, harapan telah pupus dan betapa sang diktator dibenci. Sebuah analisa oleh Stefan Weidner.
Dunia Barat dan Pemberontakan di Mesir
Momok Bernama Ikhwanul Muslimin
Pemerintahan barat cendrung berpola pikir hitam putih terhadap dunia Islam-Arab, terutama seputar pemberontakan di Mesir dan Tunisia. Jika bukan diktatur yang kuat dan pro-barat seperti Mubarak, maka terancam menjadi republik Islam. Oleh Michael Lüders
Ikhwanul Muslimin
Gemuruh Masa Depan
Di banyak negara Arab dan terutama di Mesir, Ikhwanul Muslimin merupakan kekuatan oposisi yang secara politis paling diperhitungkan. Tetapi di dalam tubuh organisasi politik tertua dan terbesar dalam dunia Islam itu muncul sebuah sengketa fundamental seputar keterbukaan menuju demokrasi. James M. Dorsey menyampaikan latar belakangnya.